mATERI kULiH kALKuLUS
Diposting oleh
Unknown
on Selasa, 25 Desember 2012
/
Comments: (0)
1.1 SISTEM BILANGAN
Sistem bilangan adalah
himpunan dari bilangan-bilangan beserta sifat-sifatnya. Himpunan bilangan yang
teristimewa dan penting adalah himpunan bilangan real. Tetapi apakah bilangan
real itu dan bagaimana sifat-sifatnya? Untuk
menjawabnya diperlukan beberapa sistem bilangan yang lebih sederhana.
1.1.1 Bilangan Asli, Bilangan Cacah, Bilangan Bulat dan
Bilangan Rasional
Diantara sistem
bilangan yang paling sederhana adalah bilangan-bilangan asli. Himpunan bilangan asli biasanya dinyatakan dengan A,
namun banyak literatur menggunakan N (natural), yakni:
. Jika
ke dalam N ditambahkan elemen 0 maka terbentuklah yaitu himpunan bilangan cacah. Selanjutnya, jika himpunan
bilangan cacah digabungkan dengan himpunan yang terdiri dari negatif
bilangan-bilangan asli maka terbentuklah himpunan
bilangan bulat yang biasa dinyatakan dengan B atau Z (Zahlen), yakni . Sehingga seringkali
himpunan bilangan asli disebut dengan himpunan bilangan bulat positif.
Bilamana kita mencoba
mengukur panjang, berat, tegangan listrik dan lain-lain, maka bilangan-bilangan
bulat tidak memadai untuk memberi ukuran tersebut. Sehingga hasil bagi (rasio)
dari bilangan bulat haruslah dipertimbangkan, yaitu bilangan-bilangan seperti: ; ; ; dan lain-lain. Selanjutnya didefinisikan suatu bilangan yang dinyatakan dengan p dan q
bilangan bulat dan q ¹ 0, disebut bilangan rasional. Himpunan
bilangan rasional biasa dinyatakan dengan Q. Dengan notasi bilangan, dapat
dinyatakan sebagai
Dalam perkembangan,
ternyata bilangan rasional tidak cukup untuk menampung semua kebutuhan akan
bilangan dalam matematika, tidak mampu mengukur semua ukuran panjang. Dari berbagai sifat bilangan rasional, ternyata ada
titik-titik pada garis bilangan yang tidak bias dinyatakan dengan bilangan
rasional
Perhatikan
bahwa merupakan
panjang sisi miring sebuah segitiga siku-siku dengan sisi-sisi 1
satuan. Bilangan ini tidak dapat dinyatakan sebagai hasil bagi dua bilangan
bulat atau ¹ untuk setiap p, q Î Z dan q ¹ 0, sehingga bukan bilangan rasional, demikian juga Ö3, 2Ö5, p, dan lain-lain.
DUnIA bERitA
Diposting oleh
Unknown
/
Comments: (0)
Selasa, 25/12/2012 15:11 WIB
Hari ke-71 Jokowi
Jokowi Beri Rp 5 Juta untuk Keluarga Korban Banjir yang Tewas M SolehAhmad Juwari - detik New
MAKALAH TEORI HUKUM ISLAM
Diposting oleh
Unknown
/
Comments: (1)
TEORI-TEORI HUKUM ISLAM D INDONESIA
A.
LATAR BELAKANG MUNCULNYA TEORI
Islam telah diterima oleh bangsa Indonesia jauh sebelum penjajah
dating ke Indonesia. Waktu penjajah Belanda dating ke Indonesia, (Hindia
Belanda), bangsa Indonesia telah menyaksikan kenyataan bahwa di Hindia Belanda
telah menganut sistem hukum, yaitu agama yang dianut di Hindia Belanda, seperti
hukum islam, hindu budha, dan nasrani serta hukum adat bangsa Indonesia.
Berlakunya hukum islam bagi sebagian
besar penduduk Hindia Belanda, berkaitan dengan mnculnya kerajaan-kerajaan
islam setelah runthnya Majapahit pada sekitar tahun 1581. Walaupun pada mulanya
kedatangan Belanda yang notabene beragama Kristen protestan ke Indonesia tidak
ada kitannya dengan masalah hukum (agama), namun pada perkembangan selanjutnya,
berkaitan dengan kepentingan penjajah, akhirnya mereka tidak bias menghindari
persentuhan masalah hukum dengan penduduk pribumi. Berhubungan dengan masalah
hukum adat di Indonesia dan hukum agama bagi masing-masing pemeluknya,munculah
beberapa teori-teori hukum diantaranya adalah teori receptio in complexu dan
teori receptie yang muncul sebelum kemerdekaan Indonesia. Tiga teori lainnya,
yaitu teori receptie exit, receptie a contrario, dan teori eksistensi muncul
setelah Indonesia merdeka.
MATERI WEB
Diposting oleh
Unknown
/
Comments: (1)
MATERI
WEB
A.
Web Application
Dalam rekayasa perangkat lunak, suatu aplikasi
web (web application atau sering disingkat
webapp) adalah suatu
aplikasi yang diakses menggunakan penjelajah web (web
browser)melalui suatu jaringan seperti Internet atau
intranet.
B.
Apa itu
INTERNET?
Internet
adalah jaringan komputer yang terhubung secara global (seluruh dunia) dengan
menggunakan TCP/IP sebagai protokol pertukaran paket data.
C.
Apa itu WEBSITE
Website
adalah kumpulan dari halaman-halaman web, yang terangkum dalam sebuah
domain(nama alamat situs web), yang berada di WWW (World Wide Web) di Internet.
D.
Web Statis
Web
Statis adalah Halaman web statis tidak mengubah isi dan
tata letak dengan setiap permintaan kecuali seorang programmer secara manual
update halaman. Halaman HTML sederhana adalah contoh dari konten statis.
E.
Web Dinamis
Web
Dinamis adalah Halaman web dinamis beradaptasi konten atau
tampilan tergantung pada interaksi input end-user atau perubahan dalam
lingkungan komputasi pengguna, waktu, database modifikasi, dll.
F.
Konten Dinamis
•
Konten dinamis
sering dikompilasi pada server menggunakan bahasa script sisi server seperti
Perl, PHP, ASP, JSP, ColdFusion, dll. Kedua pendekatan biasanya digunakan dalam
aplikasi yang kompleks.
·
Apa itu PHP?
v PHP
adalah PHP Hypertext Preprocessor
v PHP
adalah bahasa scripting server-side, seperti ASP
v Skrip
PHP dijalankan di server
v PHP
mendukung banyak database (MySQL, Informix, Oracle, Sybase, Solid, PostgreSQL,
Generic ODBC, dll)
v PHP
merupakan perangkat lunak open source
v PHP
gratis untuk didownload dan digunakan
v PHP
banyak dipakai untuk memrogram situs web dinamis. PHP dapat digunakan untuk
membangun sebuah CMS (Conten Management System)
v File
PHP dapat berisi teks, tag HTML dan skrip
v PHP
file dikembalikan ke browser sebagai HTML biasa
v PHP
file memiliki ekstensi file “.php”
G.
Mengapa PHP?
•
PHP berjalan
pada platform yang berbeda (Windows, Linux, Unix, dll)
•
PHP kompatibel
dengan hampir semua server yang digunakan hari ini (Apache, IIS, dll)
•
PHP mudah
dipelajari dan berjalan efisien pada sisi server
H.
Untuk Memulai
•
Instal Apache
(atau IIS), menginstal PHP, dan MySQL atau bisa juga dengan hanya menginstall
XAMPP yang didalamnya sudah terpaket semua software tersebut.
•
Install
Wordpress offline sebagai CMS (Content Management System)
tutorial corel draw 2
Diposting oleh
Unknown
/
Comments: (0)
Tutorial CorelDRAW
Fungsi-fungsi Bermanfaat
A.
Mengubah Posisi Lapis Objek
Anda membuat sebuah objek kotak, kemudian anda menambahkan sebuah
objek lingkaran, lalu anda menambahkan sebuah objek segitiga. Jika anda
geser-geser, maka akan terlihat bahwa kotak ada dilapis paling bawah. Apakah
dia harus selalu berada di bawah? Tidak, ia bisa digeser menjadi yang paling
atas. Untuk itulah anda perlu menguasai fungsi mengubah posisi labis objek.
Cara yang paling sederhana adalah:
1.
Klik
Pick tool.
2.
Pilih
objek yang diinginkan.
3.
Tekan
tombol ‘Ctrl + Page Up’ pada keyboard untuk menaikkan posisi objek satu lapis.
4.
Tekan
tombol ‘Ctrl + Page Down’ pada keyboard untuk menaikkan posisi objek satu
lapis.
5.
Tekan
tombol ‘Shift + Page Up’ atau ‘Shift + page Down’ pada keyboard untuk menaikkan
posisi objek ke lapis paling depan atau paling belakang
B.
Efek Transparansi
Anda bisa menambahkan efek transparansi pada semua objek yang kita
punyai pada bidang gambar, baik itu rectangle, teks, maupun objek gambar yang kita
import dari luar. Langkah langkahnya adalah sebagai berikut:
1.
Pastikan
objek yang diinginkan telah dipilih dengan cara klik pada sembarang bagian
objek tersebut, dan pastikan sudah memilih ‘Pick Tool’ dengan mengklik ikonnya
pada Toolbox.
2.
Klik
ikon ‘Interactive Blend Tool’ pada Toolbox, tahan sebentar hingga muncul sub-toolnya,
kemudian klik pada ikon ‘Interactive Transparency Tool’ (gambar gelas).
3.
Pilih
jenis transparansi yang diinginkan pada Property Bar, apakah uniform (seragam),
linear (bertahap) dan sebagainya. Pilihan defaultnya adalah none (tidak
transparan). Kita juga bisa mengatur tingkat transparansi yang ada dalam bentuk
persen. 100 persen berarti gambar benar-benar tembus pandang (hilang).
Untuk jenis transparansi yang bukan uniform, kita juga bisa
mengatur arah transparansi dengan melakukan klik dan tarik pada kotak hitam dan
putih yang muncul di atas objek. Kotak hitam menandakan arah yang semakin
transparan, sedangkan kotak putih ke arah yang semakin solid.
C.
Efek Shadow
Efek lain yang umum dipakai adalah shadow, untuk menambahkan
bayangan pada objek kita. Jika objek berupa objek asli buatan CorelDRAW, maka
bentuk bayangan akan mengikuti bentuk objeknya. Jika objek berupa gambar yang
diimport, maka akan mengikuti tipe gambar tersebut. Gambar yang mengandung
sifat transparan seperti *.gif dan *.png, bentuk bayangannya akan mengikuti
bentuk gambar yang tidak transparan, sedangkan pada gambar yang sifatnya solid
seperti *.bmp dan *.jpg, bayangan akan mengikuti bentuk kotak sesuai ukuran
gambar. Cara menambahkan bayangan pada objek:
1.
Pastikan
objek yang diinginkan telah dipilih dengan cara klik pada sembarang bagian
objek tersebut, dan pastikan sudah memilih ‘Pick Tool’ dengan mengklik ikonnya
pada Toolbox.
2.
Klik
ikon ‘Interactive Blend Tool’ pada Toolbox, tahan sebentar hingga muncul sub-toolnya,
kemudian klik pada ikon ‘Interactive Drop Shadow Tool’ (gambar kotak
berbayangan).
3.
Pilih
jenis bayangan yang diinginkan dari beberapa preset yang tersedia pada
Property Bar. Atur juga variabel-variabel yang menyertai untuk
preset tersebut. Lakukan eksperimen dengan memasukkan nilai-nilai baru ke dalam
boks-boks yang tersedia di Property Bar. Anda juga bisa mengatur arah bayangan
dengan melakukan klik dan tarik pada kotak hitam dan putih yang muncul di atas
objek. Kotak hitam menandakan arah bayangan, sedangkan kotak putih adalah awal
munculnya bayangan. Kotak putih hanya dapat diatur untuk tengah, kiri, kanan,
atas dan bawah objek.
D. Mengedit Bentuk Objek Dengan Fleksibel
Jika anda tidak puas dengan bentuk dasar objek yang sudah
diberikan oleh CorelDRAW, anda dapat melakukan edit terhadap objek tersebut
sehingga memiliki bentuk yang aneh, asimetris dan sebagainya. Caranya adalah:
1.
Buat
sebuah objek, misalnya rectangle (kotak).
2.
Klik
‘Pick Tool’, pilih objek tersebut.
3.
Klik
kanan pada objek, pilih ‘Convert to Curve’.
4.
Klik
‘Shape Tool’.
5.
Cobalah
untuk melakukan klik dan tarik pada sisi-sisi objek tersebut, jika belum
berhasil, lakukan langkah berikutnya.
6.
Klik
satu titik sudut objek (berupa kotak hitam), klik kanan dan pilih ‘to Curve’, lakukan
pada semua titik sudut yang diperlukan.
7.
Cobalah
klik dan tarik pada sisi-sisi objek tersebut, bentuklah sesuai keinginan.
Untuk bentuk yang lebih presisi, klik dan tarik pada garis panah yang
muncul dari setiap titik sudut.
8.
Untuk
menambahkan titik sudut, dengan ‘Shape tool’ terpilih, dobel klik pada garis
objek. Untuk menghapusnya, klik kanan pada titik sudut tersebut dan pilih
‘Delete’.
Membuat Poster Yang Baik
Membuat sebuah poster memerlukan teknik supaya poster enak untuk
dilihat sekaligus menyampaikan apa yang menjadi tujuannya. Berikut ini tips
yang dapat digunakan sebagai panduan dalam membuat poster.
1. Kenali Audience Anda
Ini adalah langkah pertama yang wajib untuk dilakukan ketika
membuat sebuah iklan dan berlaku juga untuk poster. Anda hanya memiliki 3 detik
untuk dapat menangkap perhatian seseorang agar ia mau melihat poster anda. Ini
berarti bahwa anda harus tahu apa yang disukai oleh calon sasaran
poster anda, dan apa yang ingin mereka lihat. Buatlah desain
poster yang langsung menarik mereka untuk datang pada pandangan pertama. Jika
sasaran anda adalah anak-anak, gunakan warna yang cerah dan gambar tokoh kartun
favorit
mereka. Jika sasaran anda adalah orang dewasa, jangan gunakan
tokoh kartun – gunakanlah gambar artis atau gambar lain yang menarik bagi orang
dewasa. Hal lain yang penting adalah menanyakan pada diri anda, apa sebenarnya
tujuan anda membuat poster ini. Menjual sesuatu? Mendidik masyarakat?
Mempromosikan sesuatu? Meskipun tampak rumit, tidak ada salahnya anda membuat
catatan kecil mengenai tujuan pembuatan poster anda, untuk menjaga arah desain
anda agar tetap konsisten.
2. Fokuskan Pesan Yang
Ingin Anda Sampaikan
Poster terbaik berkata tentang sebuah hal dan menyampaikannya
dengan singkat, tidak bertele-tele. Anda sebaiknya membuat sebuah headline yang
pendek saja – 8 kata atau kurang dari itu – tetapi memiliki makna kuat yang
langsung dapat ditangkap oleh orang-orang yang membacanya. Gunakan objek-objek
lain yang membantu mendukung untuk menyampaikan tujuan anda. Jika menambahkan
foto, pilih foto yang berhubungan dan semakna dengan teks anda, jangan asal
comot saja atau berpikir bahwa yang penting ada dekorasinya. Kita tidak sedang
membuat dekorasi di sini, tetapi mengarahkan semua objek yang ada pada poster
untuk focus pada satu pesan utama. Jangan membuat pusing pembaca poster anda
dengan berbagai macam objek yang tidak saling berkaitan.
3. Jangan Ruwet!
Idealnya, desain poster anda memiliki sebuah objek fitur, yaitu
sebuah objek yang tampak begitu mencolok dan merebut perhatian para pembaca.
Jika desain anda menempatkan teks secara asal-asalan dan berkesan asal muat;
menggunakan terlalu banyak warna; terlalu banyak tekstur atau dengan singkat
dapat dikatakan: terlalu banyak isinya, maka tujuan untuk menarik perhatian
sekaligus menyampaikan informasi, tidak akan tercapai. Setelah desain awal
selesai, pejamkan mata dan lihat kembali poster anda, seolah-olah anda pembaca
awam. Apakah poster anda sudah begitu menarik? Apakah pesannya sudah jelas?
4. Perkuat Visual
Daripada Teks
Sebuah poster berfungsi untuk menyampaikan ide secara visual.
Jangan terbawa untuk menuliskan sebuah cerita panjang lebar di sana, tetapi
gunakanlah gambar untuk berbicara. Contoh poster di sebelah kiri memberikan
pesan yang jelas bahwa ia berbicara mengenai Batman, seandainya tanpa teks
sekalipun. Jika anda harus memasukkan teks, boleh saja, tetapi jangan terlalu
banyak, dan pastikan bahwa teks tersebut terintegrasi dengan desain visual poster
anda.
5. Font Harus Mudah
Dibaca
Mempertimbangkan banyaknya variasi jenis objek yang mungkin anda
masukkan sebagai elemen desain poster, maka ketika anda memutuskan untuk memuat
teks, font yang digunakan harus jelas sehingga tidak bercampur dengan
elemen-elemen yang lain. Untuk headline, disarankan bahwa ia harus terbaca dari
jarak minimal 5 meter. Jangan gunakan font yang rumit, kursif atau mirip
tulisan tangan. Berdasarkan penelitian dan survey, font bertipe sans-serif
(tanpa ekor atau ujung lancip) misalnya Arial, lebih mudah dibaca dari
kejauhan. Anda juga dapat menggunakan ukuran untuk mengorganisasikan informasi.
Headline sebagai elemen tipografis utama poster anda, tentu berisi pesan yang
paling mengena dan oleh karena itu menggunakan ukuran font yang paling besar.
Sajikan informasi pada tingkat berikutnya disajikan dalam teks berukuran font
lebih kecil, dan semakin detail akan semakin kecil. Mengapa tidak perlu
semuanya besar? Pembaca akan sudah sedemikian dekat melihat poster anda –
karena tertarik dengan headline dan informasi lainnya – untuk dapat membaca
detailnya.
6. Gunakan Warna Secara
Efektif
Warna dapat membantu anda untuk memberikan kesan instan mengenai
poster anda. Ia dapat menunjukkan identitas, membantu memilah informasi,
memberi nuansa yang diinginkan, dan masih banyak lagi, sehingga secara sepintas
saja pembaca sudah dapat menangkap kesan yang ingin disampaikan. Poster dengan warna
perusahaan tertentu langsung memberikan impresi bahwa itu adalah poster buatan
perusahaan tersebut. Warna juga member makna emosional, misalnya biru memberi
kesan menenangkan, dan merah adalah keberanian, agresi, atau cinta. Pastikan
warna yang anda pilih tidak mengaburkan dan justru mendukung pesan poster anda.
Kombinasi warna juga berperan untuk membuat seberapa betah pembaca menatap
poster anda. Jangan asal menambahkan warna hanya dengan alasan memperkaya
warna. Anda dapat googling dengan keyword “color emotion” dan “color
combination” untuk menemukan nada warna dan kombinasi warna yang tepat
bagi poster anda.
7. Think Big!
Ini poster. Ukuran kertasnya jelas besar, sehingga anda perlu
memperhatikan resolusi gambar yang anda gunakan sebagai elemen poster anda.
Mengambil gambar kecil 20x20 piksel kemudian melebarkannya menjadi 200x200
piksel bukan hal yang bagus untuk dilakukan. Gambar akan terlihat pecah dan
menjadi sangat tidak elegan. Gunakan gambar dengan resolusi besar dan pastikan
kembali (re-proof) sebelum dicetak bahwa semuanya terlihat sempurna dan
poster-perfect. Bagaimana dengan resolusi teks danobjek vektor lainnya? Jangan
khawatir, objek-objek tersebut akan menyesuaikan diri ketika diperbesar.

Bagaimana dengan Brosur
dan Leaflet?
Secara umum, tips untuk poster dapat juga anda gunakan ketika
membuat brosur atau leaflet. Hanya saja brosur dan leaflet biasanya memiliki
lebih banyak teks daripada poster. Untuk itu perlu dilakukan penempatan tata
letak yang bijak, dan tetap berpegang pada prinsip bahwa apapun teks yang anda
putuskan untuk dicantumkan, ia tetap menjadi elemen desain yang tak terpisahkan
dari keseluruhan desain brosur atau leaflet. Cara yang paling umum digunakan
untuk menyiasati adalah dengan menerapkan tips poster secara menyeluruh untuk
halaman sampul brosur dan baru menambahkan teks yang lebih banyak di bagian dalamnya.
Hal ini membantu merebut perhatian calon pembaca pada awalnya, supaya lebih
tertarik untuk mengetahui isinya. Jika sudah selesai, convert ke dalam format
JPEG dan kumpulkan!









